Beranda » Uncategorized » Menapak Cerita Zaman Dulu di Negeri Debus

Menapak Cerita Zaman Dulu di Negeri Debus

 Seperti apa geliat pertunjukan Budaya Debus yang amat tekenal tersebut? Kalau mau tahu, cobalah berkunjung ke Banten.

 

SEJARAH Panjang yang dimiliki oleh Banten mambuat Provinsi seluas Lebih dari 9000 km persegi ini memiliki pesona unik yang membuatnya patut dijadikan salah satu destinasi utama untuk berwisata  baik  itu dari segi sejarah, budaya, religi, hingga petualangan yang dapat dinikmati di sana.

 

Kota Serang

Pesona yang dimilikiBanten antara lain dapat dilihat di Kota Serang, Ibukota Provinsi Banten dan kota yang sangat popular di Banten, dimana penulis pun dilahirkan di kota tersebut. Apa yang membuat Kota yang kerap dikaitkan dengan kesenian silat Tjimande Tjikalong ini demikian istimewa? Merunut sejarahnya, di kota inilah cikal bakal berdirinya kesultanan Banten yang mewarnai untaian dinamika sejarah dan menghasilkan berbagai peninggalan yang akan memanjakan para para wisatawan ketika berkunjung ke sana. Mulai dari arsitektur bangunannya, alam seni, budaya, hingga makanan.

Kota Serang sendiri memiliki beragam objek pariwisata peninggalan masa silam yang tidak dimiliki oleh tempat lain di Indonesia. Salah stunya adlah kawasan Banten lama. Daerah ini terletak di Desa Kroya 10 km dari kota Serang. Dapat ditempuh dengan berbagai jenis kendaraan melalui rute Serang-Banten Lama. Di tempat tersebut terdapat Masjid Agung Banten yang merupakan masjid tertua di di banten.  Masjid ini dibangun oleh Sultan Maulana Hasanuddin, putera Sunan Gunung Jati, sekitar tahun 1552—1570 M. Masjid ini memiliki halaman yang luas dengan taman yang dihiasi bunga-bunga flamboyan. Selain sebagai obyek wisata ziarah, Masjid Agung Banten juga merupakan obyek wisata pendidikan dan sejarah. Dengan mengunjungi masjid ini, Anda dapat menyaksikan peninggalan bersejarah kerajaan Islam di Banten pada abad ke-16 M, serta melihat keunikan arsitekturnya yang merupakan perpaduan gaya Hindu Jawa, Cina, dan Eropa. Keistimewaan masjid ini terlaetak pada atapnya bersusun lima berbentuk limas dan juga pada menara masjid yang menyerupai mercusuar di Anyer Kidul, ada juga yang mengatakan, menara tersebut lebih mirip dengan bangunanb pagoda. Dari menara masjid ini Anda dapat melihat pemandangan alm dan lautan Banten yang terhampar luas bak permadani taman surgawi.

Akan halnya dengan Kraton Surosowan yang juga menjadi landmark bagi Banten. Kraton yang dulu merupakan pusat kerajaan Banten dari abad 15 hingga abad 17 ini dibangun semasa pemerintahan Hasanudin, Sultan Banten pertama, dengan luas 4,5 hektar dan dikelilingi benteng. Di tempaat ini setiap orang bisa menikmati dan melihat sisa – sisa kejayaan kerajaan Banten dari arsitektur bangunannya yang kini tinggal reruntuhan.

Ada pula museum Situs Keperburbakalaan Banten Lama yang terletak dalam satu komplek kawasan Banten lama. Gedung  yang berlokasi sekitar 500 meter dari Masjid Agung Banten lama ini menyimpan seluruh benda – benda purbakala dan benda – benda budaya Banten Lama dari abad ke-15. Museum ini berada persis di depan reruntuhan Keraton Surosowan dan dipergunakan untuk menyimpan benda – benda sejarah, seperti pecahan tembikar, mata uang kuno, senjata tradisional, hingga alat tenun warga Baduy. Museum ini juga sering digunakan untuk kepentingan pendidikan, penelitian dan menambah pengetahuan masyarakat. Sementara itu, di bagian depan Museum terdapat Meriam Ki Amuk yang berhasil direbut dari pemerintahan kolonial Belanda dan yang pertama dimiliki kesultanan banten.

Kota Serang juga terkenal dengan Situ Tasikardi, danau buatan dengan luas sekitar 6,5 hektar yang seluruh dasarnya dilapisi ubin bata. Situ Tasikardi merupakan objek  wisata tertua di Banten, lokasinya berada di Desa Margasana, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, sekitar 2 kilometer dari Masjid Agung Banten. Danau kecil ini dibangun semasa Sultan Maulana Yusuf yang memerintah tahun 1570-1580. Di tengah danau terdapat sebuah pulau kecil yang dinamakan Pulau Keputren, semula diperuntukkan Bagi Ibunda Sultan Banten untuk bertafakur mendekatkan diri kepada Allah. Akan tetapi, kemudian danau ini menjadi tempat rekreasi keluarga Sultan banten dan tempat menerima tamu kehormatan.

Kalau masih ingin menapaki peninggalan Sejarah Banten, maka Benteng Kompeni atau yang lazim disebut Benteng Speelwijk menjadi tempat yang sayang untuk dilewatkan. Menurut catatan sejarah benteng ini dibangu tahun 1684-1685 dan diarsiteki oloeh Hendrick Lucaazoon Cardeel, orang belanda yang masuk islam.  Dahulu Benteng ini merupakan bekas Kesultanan Banten, pada tahun 1785 di hancurkan oleh Belanda, kemudian dibangun Benteng baru lengkap dengan ruangan bawah tanah, disekitarnya terdapat beberapa makam orang eropa yang tewas melawan prajurit Kesultanan Banten.

Tidak jauh dari lokasi Benteng Speelwijk, terdapat sebuah vihara yang memiliki nilai historis tinggi.  Dalam catatan sejarah, keberadaan Vihara Avalokitesvara ini tidak bisa dilepaskan dari sosok Syarif Hidayatullah (1450-1568 M), atau yang lebih populer dengan nama Sunan Gunung Djati, salah seorang wali dari Walisongo yang menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa. Beliau terpantik mendirikan sebuah vihara di Serang karena melihat banyaknya perantau dari Tiongkok beragama Buddha yang membutuhkan tempat ibadah.
Menurut versi lain, ide mendirikan vihara muncul setelah beliau menikah dengan salah seorang putri Tiongkok. Karena banyak di antara pengikut putri tersebut yang masuk Islam, Sunan Gunung Djati kemudian membangun sebuah masjid bernama Masjid Pecinan, yang kini tinggal puingnya saja. Sedangkan bagi mereka yang tetap bertahan dengan keyakinannya semula, dibuatkan sebuah vihara.

Vihara yang termasuk dalam Kawasan Situs Banten Lama dan konon dibangun sekitar tahun 1652 M ini diberi nama Vihara Avalokitesvara. Nama vihara tersebut diambil dari nama salah seorang penganut Buddha, yaitu Bodhisattva Avalokitesvara, yang artinya “mendengar suara dunia.”
Mengunjungi Vihara Avalokitesvara tergolong istimewa. Karena dengan mengunjungi vihara ini berarti seseorang telah mengunjungi sebuah situs sejarah dan sekaligus tempat ibadah. Sebagai situs sejarah, vihara ini termasuk salah satu vihara tertua di Indonesia. Vihara ini juga menjadi bukti kegemilangan peradaban Kesultanan Banten pada masa lalu. Sebagai tempat ibadah, vihara ini merupakan salah satu tempat ibadah favorit bagi umat Buddha dari dalam dan luar negeri.

 

Tempat lainnya

Kalau tempat – tempat tersebut di atas masih dirasa kurang, jangan khawatir karena masih ada tempat lain yang dapat dikunjungi seperti Keraton Kaibon yang dikenal dengan arsitektur pintu gapura nya yang unik. Keraton yang diperuntukan bagi Ibunda Sultan Maulana Rafiudin ini berasal dari kata Ka-ibi-an, dimana saat Sultan berusia 5 tahun, ayahnya Sultan Muhammad Safiudin mangkat, untuk melanjutkan pemerintahan, ibunya yang bernama Ratu Aisyah menggantikan kedudukan putra mahkota sampai Sultan dewasa

Tempat yang jamak dikunjungi oleh para wistawan, terutama bagi para peziarah  adalah makam para Sultan dan Syekh atau ulama besar, yaitu seperti di areal komplek Masjid Agung Banten yang terdapat Makam Sultan Hasannudin dan Sultan Ageng Tirtayasa. Juga     makam Ki Buyut Bela  (Syekh Tubagus Achmad) seorang ulama dan sufi  penyebar agama Islam dan selalu membela kaum lemah.

Di pinggir jalan Raya Banten tepatnya sebelum Keraton Kaibon di Kampung Kroya, Kecamatan Kasemen terdapat makam Pangeran Arya Mandalika yang merupakan putra Sultan Maulana Yusuf dengan istrinya yang lain (bukan Permaisuri Ratu Khadijah). Di Kecamatan yang sama, yaitu Desa Kasunyatan berada Makam Pangeran Astapati, seorang pertama pemeluk agama Islam dari masyarakat Baduy, yang kemudian mengabdikan dirinya kepada Sultan Banten.

Masih di Kabupaten Serang, yaitu Desa Karundang (Sempu) Cipocok, terdapat dua makam yang dianggap sebagai makam kakak beradik, yakni Ki Jong dan Agus Ju. Keduanya penduduk Banten Girang yang pertama masuk Islam dan menjadi pengikut seti Sultan Hasanuddin. Sedangkan di Desa Tanara (Timur Laut Kota Serang) adalah tempat kelahiran Syekh Nawawi, seorang ulama yang telah menghasilkan banyak buku yang menjadi pegangan dan kajian ulama dalam dan luar negeri. Beliau wafat di Mekah. Selain itu di Kecamatan Bojonegara, terdapat peziarahan Gunung Santri, tempat makam Syekh Muhammad Sholeh.

Terdapat pula tempat peziarahan yang banyak dikunjungi yaitu Cibulakan, karena orang lebih mengenal tempat ini dengan Batu Quran. Juga makam Kyai Haji Wasyid, seorang ulama Banten yang menentang Belanda dan memimpin pertempuran Geger Cilegon, dimana beliau gugur pada pertempuran tersebut. Letak makamnya di Kampung Jambangan Wetan, Kota Cilegon.

 

Wisata Air

Puas berjalan – jalan jangan lewatkan untuk menyegarkan pikiran anda dengan menyusuri keindahan wisata air yang ada di kota serang. Te3mpat itu antara lain yaitu Pulau Dua atau Pulau Burung, Daya tarik utama kawasan ini adalah keindahan alam laut berupa gugus karang, berbagai jenis ikan laut, dan tentu saja berbagai jenis burung. Luas kawasan ini sekitar 30 ha. Setiap tahun antara bulan April dan Agustus, pulau ini dikunjungi oleh beribu-ribu burung dari 60 jenis yang berasal dari berbagai negara. Sekitar empat puluh ribu burung-burung tersebut terbang dari benua Australia, Asia, dan Afrika.Pulau Dua bisa dicapai dengan perahu tradisional atau perahu motor dalam waktu 15 s.d. 30 menit melalui daerah Sawah Luhur, Kasemen. Di kawasan ini, telah tersedia sarana jaringan listrik, telekomunikasi, dan air bersih. Bagi Anda yang hobi fotografi, tempat ini sangat ideal untuk jeprat – jepret, karena keindahanya begitu memukau.

Ada pula Gunung Krakatau yang terletak di perairan selat Sunda, merupakan salah satu gunung yang paling terkenal di dunia, karena letusannya yang dahsyat pada tahun 1883. Suara letusan terdengar sampai ke kawasan benua Australia, bahkan awan panasnya menyelimuti beberapa kawasan Eropa selama seminggu. Ledakan dahsyat gunung Krakatau kemudian membentuk anak gunung yang kini dikenal sebagai Anak Krakatau yang muncul ke permukaan pada tahun 1928 yang hingga kini masih tetap aktif. Berada di selat Sunda, kawasan wisata alam ini mudah dicapai dari pantai Anyer-Carita sekitar satu jam dengan menggunakan perahu motor.Lokasi wisata ini menawarkan wisata alam seperti misalnya berkemah, berjalan kaki, memancing, dan pemandangan alam laut yang indah.

Kota Serang juga terkenal dengan keindahan Pantai Anyer nya. Daya Tarik Pantai ini diantaranya pesona menara mercusuar, menara ini dibangun pada tahun 1885. Sepanjang pantai di sekitar menara sering dipergunakan untuk perlombaan Mancing Selat Sunda setiap tahunnya. Jalan yang melalui obyek-obyek wisata di sepanjang pantai merupakan jalan negara dan propinsi dengan kondisi bagus. Dilengkapi jaringan telekomunikasi dengan fasilitas layanan telekomunikasi interlokal dan internasional (SLI). Juga jaringan listrik dengan dukungan gardu induk dan sarana air bersih.

Pantai Anyer dilengkapi dengan fasilitas rekreasi dan akomodasi resort wisata Mambruk, Hotel Sol Elite Marbella dan Krakatau Country Club yang menyediakan sarana olahraga, restoran, pemandian air laut yang bersih, motor boat dan peralatan selam dengan pelayanan ekslusif. Banyak pula rumah makan serta warung-warung di sepanjang pantai yang menyediakan makanan dan aneka souvenir.

Selain Anyer ada Caria sebagai pantai yang sering dikunjungi oleh wisatawan. Pantai ini memiliki panorama alam yang indah, pantai yang landai dengan ombak kecil. Di sepanjang pantai kerap kali menjadi tempat berbagai atraksi wisata seperti Festival Krakatau. Sebagian besar kawasan dipenuhi villa dan bungalow milik pribadi. Fasilitas jalan menuju lokasi dapat melalui jalan negara dan jalan propinsi yang dilengkapi dengan jaringan telekomunikasi, listrik dan air bersih yang memadai.

Rawadano atau nama lain Cagar alam Rawa Danau terletak di kabupaten Serang, dan berjarak 101 km dari Jakarta. Kawasan ini merupakan kawasan yang didominasi rawa-rawa, juga terdapat sebuah danau. Luas kawasan ini sekitar 2.500 ha yang ditumbuhi oleh berbagai jenis pohon. Pulau ini menjadi tempat bersarang bagi aneka jenis binatang reptil, seperti ular dan buaya. Tidak kurang dari 250 jenis burung bermukim di kawasan ini. Kita dapat mencapai lokasi ini melalui tiga jalur, yaitu; Jakarta-Cilegon-Anyer-Rawaadano, Jakarta-Serang-Padarincang-Rawadano, dan Jakarta-Serang-Anyer-Cinangka-Padarincang-

Oleh karena itu, berkunjung ke objek wisata yang berjarak 16Km dari Pantai Carita ini akan rugi kalau tidak membawa kamera yang bisa mengabadikan satu pengalaman batin yang menenangkan, menentramkan.

(dari berbagai Sumber)

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: